Skip to main content

Product Requirements Document

Template & Panduan Penulisan

Untuk Project Manager, Business Analyst, Technical Writer, Quality Assurance, Programmer, dan Anggota Tim Lainnya

Versi 1.0 | 2025


Panduan Penggunaan Template​

Template ini dirancang untuk membantu seluruh anggota tim proyek dalam membuat, membaca, dan memahami Product Requirements Document (PRD) dengan konsisten dan komprehensif.

Tujuan Dokumen Ini​

  • Memberikan struktur standar untuk dokumen kebutuhan produk
  • Memastikan semua aspek kebutuhan produk tercakup dengan lengkap
  • Memfasilitasi komunikasi efektif antar anggota tim
  • Menjadi acuan tunggal (single source of truth) selama siklus hidup proyek

Cara Menggunakan Template​

  1. Baca seluruh template untuk memahami struktur dan ruang lingkup PRD
  2. Isi setiap bagian sesuai dengan panduan yang diberikan
  3. Hapus bagian yang tidak relevan atau tambahkan bagian khusus jika diperlukan
  4. Gunakan tanda [ISI DI SINI] sebagai penanda bagian yang perlu diisi
  5. Perbarui versi dokumen setiap kali ada perubahan signifikan

Panduan Peran Tim​

PeranFokus AreaKontribusi Utama
Project ManagerKeseluruhan dokumen, timeline, stakeholderMengkoordinasi pembuatan PRD, memastikan kelengkapan, mengelola perubahan
Business AnalystKebutuhan fungsional, proses bisnis, aturan validasiMendetailkan kebutuhan fungsional, memetakan proses bisnis
Technical WriterStruktur dokumen, kejelasan bahasa, konsistensiMenyusun dan mengedit dokumen agar jelas dan konsisten
Quality AssuranceKriteria penerimaan, skenario pengujian, kasus ujiMenderivasi test case dari kebutuhan dan acceptance criteria
Programmer / DeveloperKebutuhan teknis, arsitektur, integrasi APIMemahami kebutuhan untuk implementasi teknis
UI/UX DesignerKebutuhan pengalaman pengguna, user journeyMendesain interface berdasarkan kebutuhan UX

Notasi dan Format yang Digunakan​

  • TIPS: Kotak tips berisi panduan, tips, atau penjelasan tambahan untuk membantu pengisian bagian tersebut.
  • CONTOH: Teks dengan format [ISI DI SINI] menunjukkan bagian yang harus diisi oleh tim proyek sesuai konteks proyek masing-masing.
  • Tag peran menunjukkan bagian yang paling relevan untuk peran tertentu:
    • PM Project Manager
    • BA Business Analyst
    • DEV Developer / Programmer
    • QA Quality Assurance
    • TW Technical Writer

Dokumen Masukan yang Direkomendasikan​

PM BA Project Manager dan Business Analyst bertanggung jawab mengumpulkan dokumen masukan berikut sebelum penyusunan PRD dimulai.

NoDokumen MasukanDeskripsiWajib / Opsional
1BRD yang telah disetujuiBusiness Requirements Document sebagai dasar utama penyusunan PRDWajib
2Notulensi rapat / hasil wawancara penggunaCatatan kebutuhan fungsional dari sesi penggalian kebutuhan detailWajib
3Wireframe / mockup / desain UIRancangan antarmuka pengguna dari tim UI/UX (Figma, Adobe XD, atau sketsa)Wajib (jika ada tim UI/UX)
4User persona / profil penggunaDeskripsi karakteristik, kebutuhan, dan perilaku kelompok penggunaOpsional
5Flowchart / diagram proses bisnis TO-BEAlur proses yang diinginkan setelah implementasi sistemWajib
6Dokumentasi API sistem eksternalSpesifikasi API dari sistem yang akan diintegrasikan (Swagger, Postman collection, dll.)Wajib (jika ada integrasi)
7Screenshot / dokumentasi sistem existingTampilan dan perilaku sistem yang akan digantikan sebagai referensiOpsional
8Daftar role dan hak aksesMatriks peran pengguna dan permission yang dibutuhkanWajib
9Standar validasi form (TSG)Aturan umum validasi form isian yang berlaku di seluruh proyek TSGWajib
10Standar audit trail (TSG)Panduan pencatatan audit trail, activity log, dan historyWajib
11Contoh laporan / output yang diharapkanSampel format laporan, export, atau notifikasi yang dibutuhkan penggunaOpsional
12Hasil UAT / feedback dari sistem sebelumnyaTemuan dari pengujian atau keluhan pengguna terhadap sistem lamaOpsional

TIPS: BRD yang disetujui (no. 1) adalah prasyarat utama — PRD tidak boleh disusun sebelum BRD final. Jika BRD belum ada, minimal kumpulkan notulensi rapat dan kontrak proyek sebagai pengganti sementara.


1. Document Control​

Bagian ini mencakup informasi administratif dan metadata dokumen untuk pengelolaan versi, pelacakan perubahan, dan proses persetujuan.

1.1 Document Identification and Metadata​

PM Project Manager bertanggung jawab atas kelengkapan metadata dokumen.

FieldValue
Document Title[ISI DI SINI - Judul lengkap PRD]
Project Name[ISI DI SINI - Nama proyek]
Prepared For[ISI DI SINI - Klien / pemilik proyek]
Prepared By[ISI DI SINI - Tim / vendor pengembang]
Document Version[ISI DI SINI - Contoh: 1.0, 1.1, 2.0]
Document Date[ISI DI SINI - Tanggal penulisan]
Document Owner[ISI DI SINI - Product Owner / Project Lead]
Reviewers[ISI DI SINI - Daftar reviewer]
Approval Authority[ISI DI SINI - Pihak yang berwenang menyetujui]
Related Documents[ISI DI SINI - Dokumen terkait]

1.2 Purpose of This Document​

TW Technical Writer memastikan kejelasan dan konsistensi bahasa dalam penjelasan tujuan dokumen.

[ISI DI SINI - Jelaskan tujuan spesifik dokumen PRD ini, mencakup:]

  • Apa yang akan dibangun (produk/sistem apa)
  • Siapa pengguna dokumen ini (tim pengembang, stakeholder, QA, dll.)
  • Bagaimana dokumen ini akan digunakan sebagai acuan
  • Batasan dan ruang lingkup yang dicakup

CONTOH: Dokumen PRD ini berfungsi sebagai spesifikasi teknis otoritatif untuk pengembangan, implementasi, dan penerimaan Sistem X. Dokumen ini mengonsolidasikan kebutuhan dari berbagai sumber menjadi satu referensi komprehensif.

CONTOH (Ilustrasi: Sistem Pengelolaan Keuangan Internal — Bank bjb): Dokumen PRD ini berfungsi sebagai spesifikasi teknis otoritatif untuk pengembangan, implementasi, dan penerimaan Sistem New bjb GIFT. Dokumen ini mengonsolidasikan kebutuhan dari BRD, notulensi rapat stakeholder, hasil FGD, dan spesifikasi teknis menjadi satu referensi komprehensif yang menjadi acuan bagi seluruh tim pengembang, QA, UI/UX, dan stakeholder terkait. PRD ini mencakup spesifikasi fungsional per modul, kebutuhan non-fungsional, arsitektur teknis, acceptance criteria, dan roadmap implementasi.

1.3 Version Control and Change Management​

PM Project Manager mengelola versi dan perubahan dokumen.

VersionDateAuthorDescription of ChangesApproverStatus
[X.X][DD/MM/YYYY][Nama][Deskripsi perubahan][Nama][Draft/Approved]
0.1[DD/MM/YYYY][Nama]Initial PRD draft[Nama]Draft

1.4 Review and Approval Process​

[ISI DI SINI - Jelaskan proses review dan persetujuan dokumen, termasuk:]

  • Tahapan review (internal review, stakeholder review, final approval)
  • Kriteria persetujuan
  • Proses penanganan komentar dan revisi

1.5 Reference Documents and Standards​

BA Business Analyst mengidentifikasi dan mengumpulkan dokumen referensi yang relevan.

ReferenceDescriptionRelevance
[Dokumen 1][Deskripsi][Relevansi]
[Dokumen 2][Deskripsi][Relevansi]
[Standar/Regulasi][Deskripsi][Relevansi]

2. Executive Summary​

Executive Summary memberikan gambaran singkat dan komprehensif mengenai produk, tantangan yang dihadapi, solusi yang ditawarkan, dan dampaknya bagi stakeholders. Bagian ini harus dapat dibaca dan dipahami dalam waktu singkat.

2.1 The Challenge​

BA Business Analyst mendeskripsikan masalah bisnis yang mendasari kebutuhan produk.

[ISI DI SINI - Deskripsikan tantangan atau masalah yang ada, mencakup:]

  • Konteks situasi saat ini
  • Masalah spesifik yang dihadapi pengguna / organisasi
  • Dampak dari masalah tersebut (biaya, efisiensi, kepuasan)
  • Mengapa solusi dibutuhkan sekarang

CONTOH: Sektor kehutanan menghadapi tantangan sourcing kayu yang tidak transparan, industri kayu nasional yang kurang terstruktur, dan kurangnya sistem pemeriksaan. Kayu secara teratur "bocor" dari sistem dengan sedikit kontrol.

2.2 The Solution​

[ISI DI SINI - Jelaskan solusi yang akan dibangun, termasuk:]

  • Deskripsi singkat produk/sistem
  • Kemampuan utama (core capabilities)
  • Manfaat utama yang akan dihasilkan

CONTOH: Sistem New bjb GIFT akan menjadi platform terpusat berbasis web yang mencakup: pengelolaan uang muka, pengajuan dan persetujuan pembayaran operasional, pengelolaan rekening escrow, koreksi jurnal akuntansi, manajemen pajak internal, serta monitoring dan pelaporan keuangan real-time. Sistem dibangun dengan arsitektur microservices dan API-first untuk mendukung integrasi dengan UIM Next-G, HCS, DWH, dan Core Banking.

2.3 System Context​

[ISI DI SINI - Jelaskan konteks sistem dalam ekosistem yang lebih besar:]

  • Posisi sistem dalam arsitektur IT organisasi
  • Sistem terkait yang akan berinteraksi
  • Lingkup pengguna dan lokasi operasional

CONTOH: Sistem New bjb GIFT beroperasi sebagai platform keuangan internal yang terintegrasi dalam ekosistem IT Bank bjb. Sistem ini berinteraksi dengan UIM Next-G (autentikasi), HCS (data karyawan), DWH (data warehouse untuk pelaporan), bjb Fact (sistem faktur), dan Core Banking (future-ready). Pengguna mencakup seluruh unit kerja di kantor pusat dan 40+ cabang di Jawa Barat, dengan akses melalui jaringan intranet dan VPN untuk akses remote.

2.4 Technical Architecture Overview​

DEV Architect / Lead Developer menyediakan gambaran arsitektur teknis.

[ISI DI SINI - Berikan gambaran singkat arsitektur teknis:]

  • Jenis arsitektur (monolitik, microservices, dll.)
  • Platform dan teknologi utama
  • Persyaratan infrastruktur
  • Kapasitas dan skalabilitas

CONTOH:

  • Arsitektur: Microservices dengan API Gateway, event-driven untuk notifikasi dan audit
  • Backend: Go (Fiber), RESTful API, PostgreSQL / SQL Server
  • Frontend: React (TypeScript), SPA, responsive design
  • Infrastruktur: Kubernetes on-premise, Redis (caching & session), MinIO (file storage), ELK Stack (logging)
  • Kapasitas: Designed for 500 concurrent users, horizontal scaling via K8s pod autoscaler
  • Keamanan: OAuth 2.0, JWT, TLS 1.3, AES-256 encryption at rest

2.5 Stakeholder Impact​

[ISI DI SINI - Ringkasan dampak terhadap stakeholders utama:]

Stakeholder GroupCurrent Pain PointsExpected Benefits
[Grup 1][Masalah saat ini][Manfaat yang diharapkan]
[Grup 2][Masalah saat ini][Manfaat yang diharapkan]

CONTOH:

Stakeholder GroupCurrent Pain PointsExpected Benefits
Staff Operasional CabangInput manual berulang di 3 sistem berbeda (2-3 jam/hari terbuang)Single entry, auto-sync antar modul, penghematan waktu 70%
Manajemen / DireksiData keuangan baru tersedia 1-3 hari setelah transaksiDashboard real-time, keputusan berbasis data terkini
Tim Audit InternalAudit trail tidak lengkap, rekonsiliasi manualAudit trail otomatis, laporan kepatuhan satu klik
Tim ITSistem legacy sulit dimaintain, tidak ada API standarArsitektur modern, API-first, CI/CD pipeline

3. Product Background and Context​

Bagian ini memberikan latar belakang komprehensif mengenai konteks kebijakan, operasional, teknologis, dan regulasi di mana produk dikembangkan. Pemahaman konteks ini penting bagi tim teknis untuk membuat keputusan arsitektur dan implementasi yang tepat.

3.1 Policy and Sector Context​

BA Business Analyst mengumpulkan informasi konteks bisnis dan kebijakan.

3.1.1 Sector Overview​

[ISI DI SINI - Berikan gambaran umum sektor/industri terkait:]

  • Statistik dan ukuran sektor
  • Pemain utama dan struktur pasar
  • Tren dan dinamika sektor

CONTOH (Ilustrasi: Sektor Perbankan): Industri perbankan Indonesia terdiri dari 107 bank umum (per 2024) dengan total aset Rp 11.800 triliun. Bank bjb merupakan Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di Indonesia dengan aset Rp 180 triliun, melayani Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masyarakat umum melalui 40+ kantor cabang. Tren utama sektor: digitalisasi layanan keuangan, peningkatan regulasi keamanan data (UU PDP), dan transformasi operasional menuju paperless banking.

3.1.2 Challenges Facing the Sector​

[ISI DI SINI - Deskripsikan tantangan spesifik yang dihadapi sektor:]

  • Tantangan operasional
  • Tantangan regulasi dan kepatuhan
  • Tantangan teknologis
  • Tekanan dari regulasi internasional (jika ada)

CONTOH:

  • Operasional: Proses persetujuan keuangan masih manual di banyak BPD, menyebabkan bottleneck 2-4 hari per siklus approval
  • Regulasi: OJK mewajibkan audit trail digital untuk seluruh transaksi keuangan; UU PDP mensyaratkan perlindungan data nasabah dengan sanksi hingga 2% pendapatan
  • Teknologi: Sistem legacy monolitik sulit dimaintain dan di-scale; integrasi antar sistem internal masih berbasis file transfer manual
  • Internasional: Standar Basel III mensyaratkan peningkatan transparansi pelaporan keuangan

3.1.3 Regulatory and Policy Framework​

[ISI DI SINI - Jelaskan kerangka kebijakan dan regulasi:]

  • Regulasi nasional yang berlaku
  • Kewajiban internasional (jika ada)
  • Kebijakan organisasi terkait

CONTOH:

RegulasiOtoritasImplikasi terhadap Sistem
PBI No. 19/10/PBI/2017Bank IndonesiaKYC dan anti pencucian uang pada transaksi keuangan
POJK No. 11/POJK.03/2022OJKManajemen risiko TI, keamanan data, audit trail wajib
UU No. 27/2022 (PDP)Pemerintah RIConsent management, data retention policy, hak penghapusan
ISO 27001ISOStandar keamanan informasi, kontrol akses, logging
Kebijakan Internal BPDDireksiSOP pengelolaan keuangan, threshold approval, segregation of duty

3.2 System Context​

3.2.1 System Purpose and Scope​

[ISI DI SINI - Jelaskan tujuan dan ruang lingkup sistem:]

  • Tujuan utama sistem
  • Fungsi core yang akan diimplementasi
  • Batasan sistem (apa yang TIDAK dilakukan sistem)

CONTOH:

  • Tujuan: Menggantikan proses pengelolaan keuangan internal yang manual/semi-digital dengan platform terpusat berbasis web
  • Fungsi core: Pengajuan & approval pembayaran, pengelolaan uang muka, rekening escrow, koreksi jurnal, manajemen pajak, dashboard & pelaporan
  • Batasan: Sistem TIDAK menangani transaksi nasabah (customer-facing), TIDAK menggantikan Core Banking, dan TIDAK melakukan migrasi data dari sistem legacy

3.2.2 Project Governance Structure​

PM Project Manager mendefinisikan struktur tata kelola proyek.

[ISI DI SINI - Jelaskan struktur tata kelola proyek, termasuk:]

  • Struktur komite pengarah (steering committee)
  • Tim manajemen proyek
  • Tim implementasi lapangan
  • Tanggung jawab dan wewenang masing-masing tingkatan

CONTOH:

TingkatanPeranTanggung JawabFrekuensi Meeting
Steering CommitteeVP Finance, CTO, PM SeniorKeputusan strategis, eskalasi isu kritis, persetujuan perubahan scopeBulanan
Project ManagementPM, BA Lead, Tech LeadPerencanaan sprint, monitoring progress, manajemen risikoMingguan
Tim ImplementasiDeveloper, QA, UI/UX, TWPengembangan, testing, dokumentasiDaily standup
Tim Klien (Counterpart)PIC Unit Kerja, IT InternalUAT, feedback, data preparationPer sprint review

3.2.3 Technical Standards and Frameworks​

DEV Architect / Lead Developer menentukan standar teknis.

Standard/FrameworkApplication
[Standar 1][Bagaimana standar diterapkan]
[Standar 2][Bagaimana standar diterapkan]

CONTOH:

Standard/FrameworkApplication
OWASP Top 10Acuan utama untuk secure coding dan security testing
ISO 27001Framework keamanan informasi untuk desain access control dan audit logging
RESTful API Design GuidelinesStandar desain API: resource naming, HTTP methods, status codes, pagination
Clean ArchitectureSeparasi layer (Handler → Service → Repository) untuk maintainability
Standar Validasi Form TSGAturan validasi form isian berlaku di seluruh proyek TSG
Standar Audit Trail TSGPencatatan audit trail, activity log, dan history sesuai standar TSG

3.3 Product Scope​

3.3.1 Scope Definition​

[ISI DI SINI - Definisikan ruang lingkup produk secara spesifik:]

  • Fitur dan fungsi yang termasuk dalam scope
  • Alasan pemilihan scope ini
  • Hubungan dengan fase pengembangan berikutnya (jika ada)

CONTOH: Fase 1 (Current Scope):

  • Modul Autentikasi & Login (integrasi UIM Next-G)
  • Modul Pengajuan & Approval Pembayaran Operasional
  • Modul Pengelolaan Uang Muka
  • Modul Dashboard & Pelaporan Keuangan
  • Modul Admin & Master Data

Alasan: Modul di atas menangani proses bisnis dengan volume tertinggi dan pain point paling akut (approval bottleneck 2-4 hari).

Fase 2 (Planned): Modul Rekening Escrow, Modul Koreksi Jurnal, Integrasi Core Banking, Mobile App.

3.3.2 Critical Dependencies​

[ISI DI SINI - Identifikasi dependensi kritis yang mempengaruhi scope]

CONTOH:

DependensiTipePemilikDampak Jika Terlambat
API UIM Next-G tersedia dan terdokumentasiEksternalTim IT KlienModul Login tidak dapat dikembangkan; blocking seluruh modul
Akses ke environment staging klienEksternalTim IT KlienSIT terlambat, tidak dapat diuji di infrastruktur target
Finalisasi aturan threshold approvalBisnisVP FinanceBusiness rules approval tidak dapat di-implement
Desain UI/UX disetujuiInternalUI/UX LeadDevelopment FE tertunda

4. Product Vision​

Visi produk menggambarkan kondisi masa depan yang diinginkan setelah produk selesai dikembangkan. Visi ini menjadi panduan arah bagi seluruh tim dan stakeholders.

4.1 Vision Statement​

PM Project Manager / Product Owner merumuskan vision statement.

[ISI DI SINI - Tulis vision statement yang:]

  • Menggambarkan kondisi ideal masa depan
  • Spesifik namun inspiratif
  • Mudah diingat dan dikomunikasikan
  • Dapat diukur pencapaiannya

FORMAT: "Pada [waktu target], [nama produk] akan menjadi [deskripsi posisi] yang memungkinkan [target audience] untuk [manfaat utama] melalui [cara/capability]."

4.2 Key Vision Elements​

[ISI DI SINI - Jabarkan elemen-elemen kunci visi menjadi pilar-pilar strategis:]

4.2.1 [Pilar Visi 1]​

[Deskripsikan pilar pertama visi produk]

4.2.2 [Pilar Visi 2]​

[Deskripsikan pilar kedua visi produk]

4.2.3 [Pilar Visi 3]​

[Deskripsikan pilar ketiga visi produk]

CONTOH:

Pilar 1: Digitalisasi End-to-End​

Seluruh proses keuangan internal — dari pengajuan hingga pencairan — berjalan digital tanpa dokumen fisik, mengurangi waktu proses dari hari menjadi jam.

Pilar 2: Transparansi dan Akuntabilitas​

Setiap transaksi tercatat secara immutable dengan audit trail lengkap, mendukung kepatuhan regulasi OJK dan audit internal tanpa effort tambahan.

Pilar 3: Data-Driven Decision Making​

Dashboard real-time dan laporan otomatis memberikan visibilitas penuh kepada manajemen untuk pengambilan keputusan berbasis data terkini.

4.3 Long-Term Vision​

[ISI DI SINI - Jelaskan visi jangka panjang di luar scope saat ini, termasuk:]

  • Kemampuan yang akan ditambahkan di masa depan
  • Integrasi dengan sistem lain
  • Pengembangan teknologi yang direncanakan
  • Arsitektur yang mendukung extensibility

CONTOH:

  • Fase 2 (6 bulan): Integrasi Core Banking untuk posting jurnal real-time, modul rekening escrow
  • Fase 3 (12 bulan): Mobile app native untuk approval on-the-go, notifikasi push
  • Jangka panjang: AI-powered anomaly detection untuk deteksi fraud, predictive analytics untuk cash flow forecasting
  • Extensibility: Arsitektur plugin-based memungkinkan penambahan modul baru tanpa mengubah core system

5. Product Objectives​

Tujuan produk harus jelas, terukur, dapat diverifikasi, dan menjadi dasar untuk prioritization, progress tracking, dan evaluasi keberhasilan proyek.

5.1 Functional Objectives​

BA Business Analyst mendetailkan tujuan fungsional berdasarkan kebutuhan bisnis.

[ISI DI SINI - Definisikan tujuan fungsional menggunakan format berikut untuk setiap tujuan:]

5.1.1 [Nama Objective 1]​

  • Deskripsi: [Jelaskan apa yang sistem harus LAKUKAN]
  • Acceptance Criteria: [Definisikan kriteria penerimaan yang jelas dan terukur]
  • Priority: [High/Medium/Low]

FORMAT OBJECTIVE YANG BAIK: "Sistem harus dapat [aksi] sehingga [pengguna] dapat [manfaat]." Acceptance Criteria harus mengikuti format: "Diberikan [kondisi], ketika [aksi], maka [hasil yang diharapkan]."

CONTOH:

Digitalisasi Proses Persetujuan​

  • Deskripsi: Sistem harus dapat memproses pengajuan dan persetujuan pembayaran secara digital end-to-end sehingga seluruh unit kerja dapat menyelesaikan siklus persetujuan dalam hitungan jam, bukan hari.
  • Acceptance Criteria: Diberikan pengajuan pembayaran yang lengkap, ketika disubmit oleh pemohon, maka notifikasi terkirim ke approver dalam 1 menit dan seluruh siklus persetujuan (hingga 3 level) selesai rata-rata dalam 4 jam.
  • Priority: High

5.1.2 [Nama Objective 2]​

  • Deskripsi: [Jelaskan apa yang sistem harus LAKUKAN]
  • Acceptance Criteria: [Definisikan kriteria penerimaan yang jelas dan terukur]
  • Priority: [High/Medium/Low]

5.1.3 [Nama Objective 3]​

  • Deskripsi: [Jelaskan apa yang sistem harus LAKUKAN]
  • Acceptance Criteria: [Definisikan kriteria penerimaan yang jelas dan terukur]
  • Priority: [High/Medium/Low]

5.2 Non-Functional Objectives​

DEV Architect / Lead Developer mendefinisikan tujuan non-fungsional.

5.2.1 Security​

[ISI DI SINI - Tujuan keamanan sistem:]

  • Kebutuhan autentikasi dan otorisasi
  • Kebutuhan enkripsi data
  • Kebutuhan audit logging
  • Standar kepatuhan keamanan

CONTOH:

  • Hanya pengguna berwenang yang dapat mengakses data sesuai perannya (RBAC)
  • Data sensitif (NIK, nomor rekening, nominal) terenkripsi baik saat disimpan maupun saat ditransmisikan
  • Seluruh aktivitas penting (login, transaksi, perubahan data, approval) tercatat dalam audit log yang tidak dapat diubah
  • Sistem memenuhi standar ISO 27001 dan regulasi UU PDP

5.2.2 Performance and Scalability​

[ISI DI SINI - Target performa dan skalabilitas:]

  • Jumlah pengguna yang didukung (registered & concurrent)
  • Target waktu respon (page load, query)
  • Kapasitas transaksi per satuan waktu
  • Arsitektur yang mendukung scaling

CONTOH:

  • 5.000 registered users, 500 concurrent users (peak hours)
  • Page load: < 2 detik (standard pages), < 5 detik (dashboard/report)
  • API response: < 500ms (95th percentile)
  • Kapasitas: 10.000 transaksi per hari, scalable hingga 50.000
  • Horizontal scaling via container orchestration (Kubernetes)

5.2.3 Availability and Reliability​

[ISI DI SINI - Target ketersediaan dan keandalan:]

  • Target uptime (contoh: 99.5% annually)
  • Rencana backup dan recovery
  • Prosedur failover dan redundancy

CONTOH:

  • Sistem tersedia 24/7 dengan target uptime 99.5% per tahun (maks ~44 jam downtime)
  • Jika terjadi kegagalan, sistem harus pulih dalam 4 jam (RTO) dengan kehilangan data maksimal 1 jam (RPO)
  • Backup otomatis harian dengan retensi 30 hari

5.2.4 Maintainability​

[ISI DI SINI - Kebutuhan maintainability:]

  • Arsitektur modular
  • Version control dan CI/CD
  • Kebutuhan environment staging
  • Kemampuan rollback

CONTOH:

  • Arsitektur modular — setiap modul dapat di-deploy secara independen tanpa downtime modul lain
  • CI/CD pipeline aktif — setiap merge ke branch utama otomatis di-build, di-test, dan di-deploy ke staging
  • Environment staging yang identik dengan production untuk validasi sebelum release
  • Rollback capability — setiap deployment dapat di-rollback ke versi sebelumnya dalam < 15 menit

5.2.5 Usability​

BA + UI/UX Business Analyst dan UI/UX Designer mendefinisikan kebutuhan usability.

[ISI DI SINI - Kebutuhan usability:]

  • Target user (tingkat literasi teknis)
  • Dukungan multi-bahasa (jika diperlukan)
  • Optimasi untuk kondisi jaringan (low-bandwidth)
  • Dukungan aksesibilitas

CONTOH:

  • 80% pengguna baru mampu menyelesaikan pengajuan pembayaran tanpa pelatihan formal
  • Bahasa utama: Bahasa Indonesia; bahasa sekunder: English (untuk laporan dan dashboard)
  • Responsif di desktop dan tablet; optimasi untuk koneksi minimal 1 Mbps
  • WCAG 2.1 Level AA — keyboard navigation, screen reader compatible, contrast ratio ≥ 4.5:1

6. Product Scope​

Definisi scope yang jelas sangat penting untuk mengelola ekspektasi stakeholders, mengontrol feature creep, dan menetapkan batasan yang jelas untuk kegiatan development, testing, dan acceptance.

6.1 In Scope​

PM + BA Project Manager dan Business Analyst mendefinisikan scope.

[ISI DI SINI - Daftarkan secara detail semua yang termasuk dalam scope:]

6.1.1 [Fitur/Modul 1]​

[Deskripsikan fitur/modul yang termasuk dalam scope, mencakup:]

  • Deskripsi fungsionalitas
  • Data yang dikelola
  • Proses workflow
  • Integration points

6.1.2 [Fitur/Modul 2]​

[Deskripsikan fitur/modul berikutnya]

6.1.3 [Fitur/Modul 3]​

[Deskripsikan fitur/modul berikutnya]

TIPS: Untuk setiap item in-scope, pastikan memiliki: 1. Deskripsi yang jelas 2. Kriteria penerimaan 3. Estimasi effort 4. Prioritas 5. Dependencies

CONTOH:

Modul Pengajuan & Approval Pembayaran​

  • Fungsionalitas: Submit pengajuan, multi-level approval (hingga 3 level), pencairan dana, tracking status
  • Data: Pengajuan, vendor, dokumen pendukung, history approval
  • Workflow: Draft → Submit → Approval L1 → Approval L2 → Approval L3 (jika threshold) → Pencairan
  • Integration: Notifikasi email, lookup Master Vendor, cek sisa anggaran

Modul Dashboard & Pelaporan​

  • Fungsionalitas: Dashboard real-time (KPI keuangan), laporan operasional (harian/mingguan/bulanan), export PDF/Excel
  • Data: Agregasi seluruh transaksi dari modul lain
  • Workflow: Auto-generate laporan terjadwal, on-demand report builder
  • Integration: Data warehouse (DWH) untuk historical analysis

6.2 Out of Scope​

[ISI DI SINI - Daftarkan secara eksplisit item yang TIDAK termasuk dalam scope:]

Out of Scope ItemReason / Planned for Future Phase
[Item 1][Alasan tidak termasuk / rencana fase berikutnya]
[Item 2][Alasan tidak termasuk / rencana fase berikutnya]
[Item 3][Alasan tidak termasuk / rencana fase berikutnya]

CONTOH:

Out of Scope ItemReason / Planned for Future Phase
Mobile app native (Android/iOS)Fase 1 fokus web app responsive; mobile native direncanakan fase 2
Migrasi data dari sistem legacyDilakukan oleh tim DBA terpisah, bukan bagian dari scope pengembangan aplikasi
Integrasi payment gateway pihak ketigaMenunggu kontrak vendor selesai, direncanakan Q2 berikutnya
Business process re-engineeringDi luar scope IT; perubahan proses ditangani oleh unit bisnis

6.3 Scope Assumptions​

[ISI DI SINI - Daftarkan asumsi yang mendasari definisi scope:]

  • [Asumsi 1]
  • [Asumsi 2]
  • [Asumsi 3]

CONTOH:

  • Klien akan menyediakan akses ke seluruh API sistem internal yang perlu diintegrasikan sebelum sprint 2
  • Desain UI/UX akan difinalisasi sebelum development dimulai; perubahan desain setelah sprint 3 memerlukan Change Request
  • Infrastruktur hosting (server, network, storage) sudah tersedia dan memadai; pengadaan infrastruktur bukan bagian scope
  • Business rules untuk threshold approval sudah final dan tidak akan berubah selama fase development

7. Stakeholders and Users​

Identifikasi ekosistem lengkap stakeholders dan pengguna yang akan berinteraksi dengan, mendapat manfaat dari, atau terpengaruh oleh implementasi produk. Pemahaman ini penting untuk merancang user interface, menentukan access controls, merencanakan program training, dan memastikan sistem memenuhi kebutuhan semua kelompok peserta.

7.1 Internal Stakeholders​

BA Business Analyst mengidentifikasi stakeholders internal.

7.1.1 [Stakeholder Group 1]​

[ISI DI SINI - Deskripsikan kelompok stakeholder, mencakup:]

  • Nama/tipe organisasi atau unit
  • Peran dan tanggung jawab dalam proyek
  • Tingkat keterlibatan (inform, consult, accountable, responsible)
  • Kebutuhan informasi dari sistem
  • Akses yang diperlukan

7.1.2 [Stakeholder Group 2]​

[ISI DI SINI - Deskripsikan kelompok stakeholder berikutnya]

7.1.3 [Stakeholder Group 3]​

[ISI DI SINI - Deskripsikan kelompok stakeholder berikutnya]

CONTOH:

Direktorat Keuangan​

  • Tipe: Divisi internal klien
  • Peran: Sponsor proyek, pemilik anggaran, pengguna utama
  • Tingkat keterlibatan: Accountable — bertanggung jawab atas keberhasilan implementasi
  • Kebutuhan: Dashboard real-time, laporan keuangan bulanan, audit trail lengkap
  • Akses: Full access ke seluruh modul keuangan

Tim IT Internal Klien​

  • Tipe: Unit pendukung teknis
  • Peran: Memaintain sistem setelah go-live, mengelola infrastruktur
  • Tingkat keterlibatan: Responsible — melaksanakan operasional harian
  • Kebutuhan: Dokumentasi teknis, admin panel, monitoring tools
  • Akses: System Administrator access

7.2 External Users​

[ISI DI SINI - Identifikasi pengguna eksternal yang akan berinteraksi dengan sistem:]

7.2.1 [User Type 1]​

[ISI DI SINI - Deskripsikan tipe pengguna, mencakup:]

  • Profil dan karakteristik pengguna
  • Kemampuan teknis (literasi digital)
  • Interaksi utama dengan sistem
  • Pain points dan kebutuhan spesifik

7.2.2 [User Type 2]​

[ISI DI SINI - Deskripsikan tipe pengguna berikutnya]

CONTOH:

Vendor / Rekanan​

  • Profil: Perusahaan penyedia barang/jasa yang menerima pembayaran melalui sistem
  • Kemampuan teknis: Bervariasi — sebagian besar mampu mengakses web portal standar
  • Interaksi: Submit invoice, tracking status pembayaran, download bukti transfer
  • Pain points: Tidak ada visibilitas status pembayaran, harus menghubungi PIC secara manual untuk konfirmasi

7.3 System Administration Users​

[ISI DI SINI - Identifikasi pengguna administrasi sistem:]

7.3.1 System Administrator​

[Deskripsikan peran System Administrator]

7.3.2 Technical Support Staff​

[Deskripsikan struktur help desk dan dukungan teknis]

7.3.3 [Other Admin Roles]​

[Deskripsikan peran admin lainnya]

CONTOH:

System Administrator​

  • Peran: Mengelola konfigurasi sistem, manajemen user & role, monitoring kesehatan sistem
  • Profil: Tim IT internal klien, familiar dengan admin panel dan basic troubleshooting
  • Akses: Full access ke admin panel, user management, system configuration, log viewer

Help Desk / Technical Support​

  • Struktur: Tier 1 (vendor — support harian, bug fix), Tier 2 (IT internal klien — eskalasi infrastruktur)
  • Channel: Email, ticketing system, WhatsApp group (untuk urgent)
  • SLA: Response < 2 jam (critical), < 4 jam (high), < 1 hari kerja (medium/low)

TIPS STAKEHOLDER ANALYSIS: Gunakan framework RACI untuk setiap stakeholder: R = Responsible (melaksanakan), A = Accountable (bertanggung jawab), C = Consulted (dikonsultasikan), I = Informed (diberitahu)


8. User Roles and Access Control​

Framework Role-Based Access Control (RBAC) menentukan pengguna mana yang dapat mengakses fungsi sistem mana, melihat data mana, dan melakukan operasi mana. RBAC yang baik penting untuk keamanan, privasi data, kepatuhan regulasi, dan efisiensi operasional.

8.1 Proposed User Roles​

BA + DEV Business Analyst mendefinisikan peran; Architect mendesain RBAC.

[ISI DI SINI - Daftarkan peran pengguna yang diusulkan, untuk setiap peran sertakan:]

Role NameResponsibilitiesTypical Holders
[Role 1][Tanggung jawab][Penanggung jawab tipikal]
[Role 2][Tanggung jawab][Penanggung jawab tipikal]
[Role 3][Tanggung jawab][Penanggung jawab tipikal]

8.1.1 [Role Name 1]​

[ISI DI SINI - Detailkan peran, mencakup:]

  • Deskripsi tanggung jawab
  • Profil pengguna tipikal
  • Scope akses (data dan modul)
  • Kebutuhan MFA (mandatory/recommended/optional)

8.1.2 [Role Name 2]​

[ISI DI SINI - Detailkan peran berikutnya]

CONTOH:

Role NameResponsibilitiesTypical Holders
System AdminKonfigurasi sistem, manajemen user & role, monitoringTim IT Internal
ApproverReview dan approval pengajuan sesuai thresholdVP, Kepala Divisi
OperatorInput data, submit pengajuan, upload dokumenStaff operasional
AuditorView-only akses ke seluruh data dan audit logTim Audit Internal
ViewerAkses read-only ke dashboard dan laporanManajemen Senior

Approver​

  • Deskripsi: Mereview dan menyetujui/menolak pengajuan yang masuk berdasarkan threshold nominal dan kewenangan jabatan
  • Profil: VP atau Kepala Divisi dengan kewenangan anggaran
  • Scope akses: Hanya pengajuan dalam unit kerja/wilayahnya (jurisdiction-based)
  • MFA: Mandatory untuk approval di atas threshold Rp 100 juta

8.2 Access Control Requirements​

8.2.1 Role-Based Access Control (RBAC)​

[ISI DI SINI - Definisikan mekanisme RBAC:]

  • Pengguna dapat memiliki satu atau beberapa peran
  • Izin diberikan ke peran, bukan individu pengguna
  • Proses peninjauan akses berkala

8.2.2 Granular Permissions​

[ISI DI SINI - Definisikan tingkat izin granular, misalnya:]

  • None (tidak ada akses)
  • View (read-only)
  • Create (membuat record baru)
  • Edit (mengubah record)
  • Delete (menghapus record)
  • Approve (menyetujui/menolak)
  • Admin (akses administratif penuh)

CONTOH:

LevelDeskripsiContoh Penggunaan
NoneTidak ada akses, modul/menu tidak terlihatAuditor tidak melihat menu Admin
ViewRead-only, dapat melihat dan export dataViewer melihat dashboard tanpa bisa edit
CreateDapat membuat record baruOperator membuat pengajuan baru
EditDapat mengubah record milik sendiri atau dalam scopeOperator mengedit draft pengajuan sendiri
DeleteDapat menghapus/membatalkan record (soft delete)Admin membatalkan pengajuan yang salah input
ApproveDapat menyetujui/menolak dengan komentarApprover menyetujui pengajuan pembayaran
AdminFull access termasuk konfigurasi dan user managementSystem Admin mengelola role dan permission

8.2.3 Scope/Jurisdiction Control​

[ISI DI SINI - Jelaskan mekanisme pembatasan akses berdasarkan scope:]

  • Scope geografis (provinsi, wilayah, cabang)
  • Scope organisasional (departemen, unit)
  • Scope data (hanya data milik sendiri, tim, atau organisasi)

CONTOH:

Scope TypeMekanismeContoh
GeografisFilter berdasarkan kode cabang/wilayah userRegional Manager Jawa Barat hanya melihat data cabang di Jabar
OrganisasionalFilter berdasarkan kode unit kerjaKepala Divisi PKU hanya melihat pengajuan dari divisinya
Data pribadiFilter berdasarkan creator IDOperator hanya melihat dan mengedit pengajuan yang ia buat sendiri

8.2.4 Multi-Factor Authentication (MFA)​

[ISI DI SINI - Kebutuhan MFA:]

  • Peran mana yang wajib MFA
  • Metode MFA yang didukung (TOTP, SMS, hardware token)
  • Proses enrollment dan recovery

8.2.5 Session Management​

[ISI DI SINI - Aturan manajemen sesi:]

  • Auto-logout setelah inactivity (contoh: 30 menit)
  • Durasi maksimum sesi
  • Batas concurrent sessions per user
  • Invalidasi sesi saat password/role berubah

CONTOH (Gabungan §8.2.4 + §8.2.5):

  • MFA: Wajib untuk role Approver dan Admin; metode TOTP (Google Authenticator / Microsoft Authenticator); enrollment saat pertama kali login; recovery via email + verifikasi identitas oleh Admin
  • Session timeout: 30 menit inactivity → auto-logout dengan warning popup 5 menit sebelumnya
  • Max session duration: 8 jam (hard limit, wajib re-login)
  • Concurrent sessions: Maks 1 session per user; login baru menginvalidasi session lama
  • Invalidasi: Session langsung expired saat password diubah, role diubah, atau akun di-nonaktifkan

8.3 Permission Matrix​

QA QA menggunakan permission matrix untuk memverifikasi implementasi akses control.

[ISI DI SINI - Buat matrix izin yang memetakan peran ke modul/operasi. Lihat Appendix B untuk format lengkap.]


9. Product Modules and Functional Requirements​

BA + DEV + QA Semua tim terlibat dalam memastikan kebutuhan fungsional lengkap dan dapat diimplementasikan serta diuji.

Bagian ini merupakan inti dari PRD, menyediakan spesifikasi fungsional detail untuk setiap modul sistem. Untuk setiap modul, bagian ini harus mencakup: tujuan modul, kebutuhan fungsional dengan spesifikasi field-level, process flows, data validation rules, integration points, dan acceptance criteria yang komprehensif.

STRUKTUR PENULISAN KEBUTUHAN FUNGSIONAL: Setiap kebutuhan fungsional harus memiliki: ID unik (contoh: FR-xxx), Deskripsi yang jelas, Input/Output, Business rules / validasi, Error handling, Acceptance criteria.

9.1 [Module 1: Module Name]​

Purpose: [ISI DI SINI - Jelaskan tujuan modul]

9.1.1 [Functional Requirement 1]​

  • ID: FR-001
  • Description: [ISI DI SINI - Deskripsikan kebutuhan fungsional]
  • Business Rules:
    • [Aturan bisnis 1]
    • [Aturan bisnis 2]
  • Validation Rules:
    • [Validasi 1]
    • [Validasi 2]
  • Acceptance Criteria: AC-xxx
    • [Kriteria penerimaan 1]
    • [Kriteria penerimaan 2]

9.1.2 [Functional Requirement 2]​

  • ID: FR-002
  • Description: [ISI DI SINI]

9.1.3 [Module 1 Acceptance Criteria]​

  • AC-001: [Kriteria penerimaan komprehensif untuk modul]

9.2 [Module 2: Module Name]​

Purpose: [ISI DI SINI]

9.2.1 [Functional Requirement 1]​

  • ID: FR-0xx
  • Description: [ISI DI SINI]

9.3 [Module 3: Module Name]​

Purpose: [ISI DI SINI]

9.3.1 [Functional Requirement 1]​

  • ID: FR-0xx
  • Description: [ISI DI SINI]

TIPS UNTUK DEVELOPER: Gunakan bagian ini sebagai acuan utama untuk: 1. Database modeling (dari data entities dan relationships) 2. API development (dari integration points) 3. Business logic implementation (dari validation rules) 4. Unit testing (dari acceptance criteria)

TIPS UNTUK QA: Gunakan bagian ini untuk: 1. Test scenario dan test cases 2. Acceptance test plan 3. Regression testing scope 4. UAT scenarios

CONTOH (Ilustrasi: Modul Pengajuan Pembayaran):

Modul Pengajuan Pembayaran Operasional​

Purpose: Mengelola seluruh siklus pengajuan pembayaran operasional dari submission hingga pencairan dana, termasuk multi-level approval dan integrasi dengan sistem akuntansi.

FR-PAY-001: Submit Pengajuan Pembayaran​

  • ID: FR-PAY-001
  • Description: Sistem harus memungkinkan operator untuk membuat pengajuan pembayaran dengan informasi vendor, nominal, kategori biaya, dan dokumen pendukung.
  • Business Rules:
    • Nominal pengajuan tidak boleh melebihi sisa anggaran unit kerja
    • Dokumen pendukung (invoice/kuitansi) wajib di-upload dalam format PDF/JPG (maks 10MB)
    • Nomor pengajuan di-generate otomatis: PAY-[UNIT]-[YYYY]-[NNNN]
  • Validation Rules:
    • Nominal > 0 dan format currency IDR
    • Vendor harus terdaftar dalam Master Vendor aktif
    • Tanggal jatuh tempo minimal H+3 dari tanggal pengajuan
  • Acceptance Criteria: AC-PAY-001
    • Diberikan operator yang sudah login, ketika mengisi form pengajuan lengkap dan submit, maka pengajuan tersimpan dengan status "Menunggu Approval" dan notifikasi terkirim ke approver level 1
    • Diberikan nominal yang melebihi sisa anggaran, ketika submit, maka sistem menampilkan error "Nominal melebihi sisa anggaran" dan pengajuan tidak tersimpan

10. Non-Functional Requirements​

DEV + PM Architect mendefinisikan NFR; PM memvalidasi keselarasan dengan tujuan bisnis.

Kebutuhan non-fungsional (NFR) mendefinisikan KUALITAS sistem, bukan apa yang sistem lakukan. NFR yang baik harus spesifik, terukur, dapat diverifikasi, dan realistis.

10.1 Security Requirements​

10.1.1 Authentication and Access Control​

[ISI DI SINI - Kebutuhan autentikasi dan kontrol akses:]

  • Metode autentikasi (username/password, SSO, OAuth, dll.)
  • Kebijakan password (panjang, kompleksitas, expiry)
  • Account lockout policy
  • Multi-factor authentication requirements

CONTOH:

AspekSpesifikasi
Metode autentikasiSSO via OAuth 2.0 + JWT. Integrasi dengan identity provider klien (UIM Next-G)
Password policyMin 12 karakter, kombinasi huruf besar/kecil/angka/simbol, expiry 90 hari, 10 password history
Account lockoutLockout setelah 5 failed attempts dalam 30 menit. Unlock otomatis setelah 30 menit atau manual oleh Admin
MFAWajib untuk role Approver dan Admin. Metode: TOTP (Google/Microsoft Authenticator). Enrollment saat first login

10.1.2 Data Encryption​

[ISI DI SINI - Kebutuhan enkripsi data:]

  • Enkripsi data at rest (algoritma, key management)
  • Enkripsi data in transit (TLS version, certificate pinning)
  • Enkripsi data sensitif di database

CONTOH:

LayerAlgoritmaScope
In transitTLS 1.3 (minimum TLS 1.2)Seluruh komunikasi client-server dan antar-service
At rest (DB)AES-256Field sensitif: NIK, nomor rekening, NPWP, nominal transaksi
At rest (file)AES-256Dokumen pendukung di object storage (MinIO)
Key managementHashiCorp Vault atau AWS KMSRotasi key setiap 12 bulan, separation of duty untuk key access

10.1.3 Audit Logging​

[ISI DI SINI - Kebutuhan audit logging:]

  • Events yang harus dilog (login, CRUD operations, permission changes)
  • Informasi yang dicatat (timestamp, user, IP, action, result)
  • Retensi log
  • Kebutuhan immutability (log tidak dapat diubah)

CONTOH:

Event CategoryEvents yang DicatatInformasi yang Disimpan
AuthenticationLogin berhasil/gagal, logout, MFA attempt, session timeoutTimestamp, user ID, IP, user agent, result (success/fail), failure reason
Data MutationCreate, Update, Delete pada semua entitas bisnisTimestamp, user ID, entity, record ID, old value, new value, action
AuthorizationAccess denied, role change, permission grant/revokeTimestamp, user ID, resource, action attempted, result
SystemDeployment, config change, scheduled job executionTimestamp, actor (user/system), component, change description

Immutability: Append-only storage, hash chain per batch, retensi 3 tahun aktif + 5 tahun arsip. Tidak dapat diubah/dihapus oleh user manapun termasuk System Admin.

10.1.4 Compliance Requirements​

[ISI DI SINI - Kebutuhan kepatuhan regulasi:]

  • Standar keamanan (ISO 27001, NIST, dll.)
  • Regulasi data privacy (GDPR, UU PDP, dll.)
  • Kebutuhan sertifikasi

CONTOH:

Regulasi / StandarKebutuhan SistemVerifikasi
ISO 27001Access control matrix, audit logging, incident response plan, data classificationAudit internal tahunan
UU PDP (No. 27/2022)Consent management, hak akses/koreksi/hapus data pribadi, breach notification dalam 72 jamPrivacy impact assessment per modul
POJK Manajemen Risiko TIRisk assessment, business continuity plan, penetration testingLaporan kepatuhan triwulanan
OWASP Top 10Input validation, output encoding, secure session management, CSRF protectionSAST/DAST scan setiap release

10.2 Performance and Scalability Requirements​

10.2.1 User Capacity​

[ISI DI SINI - Kapasitas pengguna:]

  • Total registered users
  • Concurrent users (peak)
  • Projected growth

CONTOH:

ParameterFase 1 (Go-Live)Proyeksi 2 TahunCatatan
Registered users5.00010.000Seluruh karyawan kantor pusat + 40 cabang
Concurrent users (normal)200-300500Jam kerja 08:00-17:00 WIB
Concurrent users (peak)5001.000Akhir bulan (closing period), hari pertama kerja
Growth rate—~30% per tahunEkspansi cabang baru + digitalisasi unit kerja

10.2.2 Response Time Targets​

OperationTarget Response TimeMeasurement Condition
[Page load (standard)][X detik][Kondisi pengukuran]
[Database query (simple)][X detik][Kondisi pengukuran]
[Report generation][X menit][Kondisi pengukuran]

CONTOH:

OperationTarget Response TimeMeasurement Condition
Page load (standard)< 2 detik500 concurrent users, jaringan LAN
Page load (dashboard)< 5 detikDashboard dengan 6+ widget real-time
Database query (simple)< 200msSingle table, indexed query
Database query (complex/report)< 3 detikMulti-join, aggregate, 1 tahun data
Report generation (PDF)< 30 detikLaporan bulanan, max 100 halaman
File upload< 10 detikFile max 10MB, jaringan 10Mbps
API response (95th percentile)< 500msCRUD operations, normal load

10.2.3 Scalability Architecture​

[ISI DI SINI - Kebutuhan skalabilitas arsitektur:]

  • Horizontal vs vertical scaling
  • Auto-scaling requirements
  • Load balancing strategy

CONTOH:

  • Scaling strategy: Horizontal scaling — tambah pod/instance, bukan upgrade server. Setiap service stateless, session disimpan di Redis
  • Auto-scaling: Kubernetes HPA (Horizontal Pod Autoscaler) — scale up jika CPU > 70% selama 2 menit, scale down jika < 30% selama 5 menit. Min 2 pods, max 10 pods per service
  • Load balancing: Nginx Ingress Controller dengan round-robin. Health check endpoint /health setiap 10 detik, unhealthy pod dikeluarkan dari pool setelah 3 failed checks

10.3 Availability and Reliability Requirements​

10.3.1 Uptime Targets​

[ISI DI SINI - Target uptime:]

  • Standard SLA uptime (contoh: 99.5% annually)
  • High availability target (contoh: 99.9%)
  • Scheduled maintenance windows

CONTOH:

TargetValueCatatan
Standard uptime99.5% per tahunMaks ~44 jam downtime/tahun (termasuk maintenance)
Maintenance windowMinggu 00:00-04:00 WIBDiumumkan minimal 3 hari sebelumnya
Unplanned downtime limitMaks 4 jam per insidenEskalasi ke steering committee jika melebihi

10.3.2 Backup and Recovery​

[ISI DI SINI - Kebutuhan backup dan recovery:]

  • Backup frequency (incremental dan full)
  • Retention period
  • Recovery Time Objective (RTO)
  • Recovery Point Objective (RPO)
  • Disaster recovery procedures

CONTOH:

ParameterTargetDetail
Incremental backupSetiap 1 jamTransaction log backup
Full backupHarian, jam 02:00 WIBFull database + file storage snapshot
Backup retention30 hariRotasi otomatis, oldest dihapus
RTO (Recovery Time Objective)4 jamSistem harus kembali operasional dalam 4 jam setelah kegagalan
RPO (Recovery Point Objective)1 jamData yang hilang maksimal 1 jam terakhir
DR (Disaster Recovery)Active-passive failoverDR site di lokasi geografis berbeda, DR drill setiap 6 bulan

10.4 Maintainability Requirements​

[ISI DI SINI - Kebutuhan maintainability:]

  • Modular architecture (independently deployable modules)
  • Version control requirements
  • CI/CD pipeline requirements
  • Staging environment requirements
  • Rollback capability
  • Documentation requirements (code docs, API docs, runbooks)

CONTOH:

  • Modular: Setiap modul (Auth, Payment, Reporting) dapat di-deploy independen; perubahan di modul Payment tidak memerlukan redeploy modul lain
  • Version control: GitLab, branch strategy (main → staging → feature branches), merge request wajib 1 reviewer
  • CI/CD: Pipeline otomatis: lint → unit test → build → deploy ke staging. Production deploy manual dengan approval
  • Staging: Environment staging identik dengan production (OS, DB version, konfigurasi); refresh data mingguan dari anonymized production data
  • Rollback: Setiap deployment di-tag; rollback ke versi sebelumnya dalam < 15 menit via CI/CD pipeline
  • Dokumentasi: API docs (Swagger/OpenAPI), code docs (inline + README per modul), runbook untuk deployment dan troubleshooting

10.5 Auditability and Traceability Requirements​

[ISI DI SINI - Kebutuhan auditability dan traceability:]

  • Transaction logging requirements
  • Data versioning (track changes to records)
  • Tamper evidence requirements
  • Reporting untuk audit

CONTOH:

  • Transaction logging: Setiap transaksi CRUD dicatat: timestamp, user ID, IP, action (CREATE/UPDATE/DELETE), entity, old value, new value
  • Data versioning: Record perubahan disimpan dalam tabel history; setiap update menyimpan snapshot sebelum dan sesudah perubahan
  • Tamper evidence: Audit log append-only, tidak dapat diubah atau dihapus oleh user manapun termasuk Admin; hash chain untuk deteksi modifikasi
  • Reporting: Laporan audit on-demand: filter by user, tanggal, modul, action type; export ke PDF/Excel untuk kebutuhan audit internal/eksternal

11. Data Requirements​

BA + DEV Business Analyst mendefinisikan entitas data; Database Architect mendesain model data.

Bagian ini mendefinisikan entitas data inti, aturan validasi, dan kebutuhan integritas data yang akan digunakan di seluruh sistem.

11.1 Core Data Entities​

[ISI DI SINI - Daftarkan entitas data inti sistem, untuk setiap entitas sertakan:]

Entity NameDescriptionKey Attributes
[Entity 1][Deskripsi][Atribut kunci: id, name, status, dll.]
[Entity 2][Deskripsi][Atribut kunci]
[Entity 3][Deskripsi][Atribut kunci]

11.1.1 [Entity 1] Detail​

[ISI DI SINI - Detailkan entitas, mencakup:]

  • Field/attribute dengan tipe data
  • Constraint (nullable, unique, foreign key)
  • Business rules
  • Relationships dengan entitas lain

CONTOH:

Entity NameDescriptionKey Attributes
Pengajuan PembayaranPermohonan pembayaran operasionalid, nomor_pengajuan, pemohon_id, vendor_id, nominal, kategori, status, tanggal_jatuh_tempo
VendorPenyedia barang/jasaid, nama, NPWP, alamat, rekening_bank, status_aktif
Approval HistoryRiwayat persetujuan per pengajuanid, pengajuan_id, approver_id, level, keputusan, komentar, timestamp
Dokumen PendukungFile lampiran pengajuanid, pengajuan_id, nama_file, tipe_file, ukuran, path_storage

Pengajuan Pembayaran Detail​

FieldTypeConstraintKeterangan
idUUIDPK, not nullAuto-generated
nomor_pengajuanVARCHAR(20)Unique, not nullFormat: PAY-[UNIT]-[YYYY]-[NNNN]
pemohon_idUUIDFK → Users, not nullUser yang membuat pengajuan
vendor_idUUIDFK → Vendor, not nullVendor penerima pembayaran
nominalDECIMAL(15,2)not null, > 0Dalam IDR
statusENUMnot nullDraft, Submitted, Approved, Rejected, Paid, Cancelled
created_atTIMESTAMPnot nullAuto-set saat create

11.2 Data Validation Rules​

[ISI DI SINI - Definisikan aturan validasi data:]

Field/EntityValidation RuleError Message
[Field 1][Aturan validasi][Pesan error]
[Field 2][Aturan validasi][Pesan error]

CONTOH:

Field/EntityValidation RuleError Message
EmailFormat RFC 5322, unique per user"Format email tidak valid" / "Email sudah terdaftar"
Nominal PengajuanNumeric > 0, max 15 digit, format IDR"Nominal harus lebih dari 0"
Tanggal Jatuh TempoTidak boleh di masa lalu, min H+3 dari submit"Tanggal jatuh tempo minimal 3 hari dari hari ini"
File UploadPDF/JPG/PNG, max 10MB, virus scan pass"Format file tidak didukung" / "Ukuran file melebihi 10MB"
NIP Karyawan18 digit numerik, exists in Master Karyawan"NIP tidak ditemukan dalam database karyawan"

11.3 Data Retention and Archival​

[ISI DI SINI - Kebutuhan retensi dan arsip data:]

  • Kebijakan retensi data per jenis data
  • Proses arsip data lama
  • Kebijakan penghapusan data (data purging)

CONTOH:

Jenis DataRetensi AktifArsipHapusDasar Kebijakan
Data transaksi keuangan2 tahun5 tahun (cold storage)Setelah 7 tahunRegulasi perbankan
Audit log3 tahun5 tahunSetelah 8 tahunISO 27001
Data penggunaSelama akun aktif1 tahun setelah nonaktifSetelah 2 tahun nonaktifUU PDP
Dokumen pendukung (PDF/scan)2 tahun5 tahun (compressed)Setelah 7 tahunKebijakan internal

12. Integration Requirements​

DEV + BA Architect mendesain integrasi; BA mendefinisikan kebutuhan bisnis integrasi.

Bagian ini mendefinisikan kebutuhan integrasi antara modul internal sistem dan dengan sistem eksternal.

12.1 Internal Module Integrations​

[ISI DI SINI - Definisikan integrasi antar modul dalam sistem:]

Source ModuleTarget ModuleData/Trigger Flow
[Modul A][Modul B][Deskripsi aliran data]
[Modul C][Modul D][Deskripsi aliran data]

CONTOH:

Source ModuleTarget ModuleData/Trigger Flow
Pengajuan PembayaranApproval EngineTrigger approval workflow saat submit; kirim data pengajuan + dokumen pendukung
Approval EngineNotifikasiTrigger email/push notification ke approver berikutnya saat status berubah
Approval EngineAkuntansiSetelah final approval, auto-generate jurnal pembayaran
Master DataSeluruh ModulReferensi data vendor, karyawan, unit kerja, kode GL
Seluruh ModulAudit LogSetiap CRUD operation mencatat log secara otomatis

12.2 External Integration Candidates​

[ISI DI SINI - Definisikan integrasi dengan sistem eksternal:]

External SystemIntegration TypePurpose / Data Exchanged
[Sistem Eksternal 1][API/ETL/File][Tujuan integrasi]
[Sistem Eksternal 2][API/ETL/File][Tujuan integrasi]

CONTOH:

External SystemIntegration TypePurpose / Data Exchanged
UIM Next-GREST API (real-time)Autentikasi user, validasi token, single sign-on
HCS (Human Capital System)REST API (real-time)Lookup data karyawan: NIP, nama, jabatan, unit kerja
DWH (Data Warehouse)ETL (nightly batch)Push data transaksi harian untuk pelaporan enterprise
Core BankingREST API (future-ready)Posting jurnal otomatis, cek saldo rekening (fase 2)
Email Server (SMTP)SMTPKirim notifikasi email untuk approval, reminder, alert

12.3 API Design Principles​

[ISI DI SINI - Prinsip desain API:]

  • API style (REST, GraphQL, gRPC, SOAP)
  • Authentication mechanism (API key, OAuth, JWT)
  • Versioning strategy
  • Rate limiting requirements
  • Error response format

CONTOH:

  • API Style: RESTful API dengan JSON payload
  • Authentication: OAuth 2.0 + JWT Bearer Token (access token 15 menit, refresh token 7 hari)
  • Versioning: URL-based versioning (/api/v1/, /api/v2/)
  • Rate Limiting: 100 requests/menit per user, 1000 requests/menit per API key
  • Error Response Format:
{
"error": {
"code": "VALIDATION_ERROR",
"message": "Nominal melebihi sisa anggaran",
"details": [
{ "field": "amount", "reason": "exceeds_budget", "limit": 50000000 }
]
}
}

13. User Experience Requirements​

UI/UX + BA UI/UX Designer mendesain pengalaman pengguna; BA memvalidasi keselarasan dengan kebutuhan bisnis.

Bagian ini mendefinisikan prinsip-prinsip dan kebutuhan pengalaman pengguna (UX) untuk memastikan sistem intuitif, efisien, dan menyenangkan digunakan.

13.1 General UX Principles​

13.1.1 Simplicity and Clarity​

[ISI DI SINI:]

  • Interface yang bersih dan tidak berantakan
  • Navigasi yang intuitif dan konsisten
  • Terminologi yang familiar bagi pengguna target

CONTOH:

  • Interface bersih: maksimal 5-7 elemen aksi per halaman, whitespace yang cukup, grouping visual yang jelas
  • Navigasi: sidebar menu maksimal 3 level deep, breadcrumb di setiap halaman, search global di header
  • Terminologi: menggunakan bahasa bisnis klien ("Pengajuan Pembayaran" bukan "Payment Request Entity"), tooltip untuk istilah teknis yang tidak dapat dihindari

13.1.2 Guided Workflows​

[ISI DI SINI:]

  • Step-by-step wizard untuk proses kompleks
  • Inline help dan contextual guidance
  • Progress indicators untuk multi-step processes

CONTOH:

  • Wizard: Pengajuan pembayaran menggunakan wizard 4 langkah (Isi Data → Upload Dokumen → Review → Submit) dengan progress bar dan tombol Back
  • Inline help: Setiap field memiliki placeholder text yang menunjukkan format yang diharapkan; field dengan aturan kompleks memiliki tooltip icon (?) yang menjelaskan aturan
  • Progress indicator: Approval chain ditampilkan sebagai timeline visual (Step 1: Submitted ✓ → Step 2: Approval L1 [current] → Step 3: Approval L2 → Step 4: Pencairan)

13.1.3 Status Visibility​

[ISI DI SINI:]

  • Feedback segera untuk setiap aksi pengguna
  • Status yang jelas untuk setiap record/proses
  • Notification untuk perubahan status penting

CONTOH:

  • Feedback: Toast notification hijau untuk aksi berhasil ("Pengajuan berhasil disubmit"), merah untuk gagal ("Nominal melebihi sisa anggaran") — muncul 3 detik lalu auto-dismiss
  • Status record: Badge berwarna pada setiap record di tabel — hijau (Approved), kuning (Pending), merah (Rejected), abu-abu (Draft), biru (In Process)
  • Notification: Bell icon di header dengan unread count; notifikasi push untuk approval pending, pengajuan ditolak, dan mendekati jatuh tempo

13.1.4 Responsive Design​

[ISI DI SINI:]

  • Desktop, tablet, dan mobile support
  • Optimasi untuk kondisi jaringan terbatas (low-bandwidth)
  • Offline capability (jika diperlukan)

CONTOH:

  • Desktop (1920px): Layout full dengan sidebar navigation, data table lengkap, dashboard multi-widget
  • Tablet (768px): Sidebar collapse ke hamburger menu, tabel horizontal-scrollable, approval action tetap accessible
  • Mobile: Tidak diperlukan (sistem internal, akses via desktop/tablet di intranet). Jika dibutuhkan di masa depan, prioritaskan approval flow dan dashboard view
  • Low-bandwidth: Lazy loading untuk data table, pagination server-side, image compression untuk dokumen thumbnail

13.1.5 Multi-Language Support​

[ISI DI SINI:]

  • Bahasa yang didukung
  • Fallback language
  • Text direction (LTR/RTL jika diperlukan)

CONTOH:

  • Bahasa utama: Bahasa Indonesia (default untuk UI, form, validasi, error message)
  • Bahasa sekunder: English (untuk laporan PDF, dashboard KPI, API documentation)
  • Switcher: Dropdown di header, preference tersimpan per user
  • Fallback: Jika terjemahan tidak tersedia, tampilkan dalam Bahasa Indonesia
  • Text direction: LTR only (Bahasa Indonesia dan English)

13.1.6 Accessibility​

[ISI DI SINI:]

  • WCAG compliance level (A, AA, AAA)
  • Screen reader compatibility
  • Keyboard navigation support
  • Color contrast requirements

CONTOH:

  • WCAG: Target Level AA compliance
  • Screen reader: ARIA labels pada seluruh interactive element, semantic HTML (heading hierarchy, landmark regions)
  • Keyboard: Tab navigation untuk seluruh form dan action; Enter/Space untuk submit; Escape untuk close modal; skip-to-content link
  • Color contrast: Minimum 4.5:1 untuk normal text, 3:1 untuk large text; status tidak hanya ditunjukkan oleh warna (tambah icon/text label)

13.2 Key User Journeys​

[ISI DI SINI - Definisikan user journey kunci untuk setiap tipe pengguna utama:]

13.2.1 [User Type 1] - [Journey Name]​

[ISI DI SINI - Deskripsikan user journey, mencakup:]

  • Trigger (apa yang memulai journey)
  • Steps (langkah-langkah yang dilalui)
  • Expected outcome
  • Pain points yang perlu diatasi

13.2.2 [User Type 2] - [Journey Name]​

[ISI DI SINI - Deskripsikan user journey berikutnya]

CONTOH:

Operator - Pengajuan Pembayaran​

  • Trigger: Operator menerima invoice dari vendor yang perlu dibayarkan
  • Steps:
    1. Login ke sistem → Dashboard menampilkan pengajuan aktif dan draft
    2. Klik "Buat Pengajuan Baru" → Form terbuka dengan field vendor, nominal, kategori, tanggal jatuh tempo
    3. Upload dokumen pendukung (invoice PDF) → Sistem validasi format dan ukuran file
    4. Submit pengajuan → Sistem cek sisa anggaran, generate nomor pengajuan, kirim notifikasi ke Approver
    5. Tracking → Operator dapat melihat status approval di halaman "Pengajuan Saya"
  • Expected outcome: Pengajuan tercatat dengan status "Menunggu Approval", approver menerima notifikasi dalam 1 menit
  • Pain points yang diatasi: Tidak perlu cetak fisik, tidak perlu antar dokumen manual, tracking real-time menggantikan telepon/WA

14. Security, Compliance, and Governance​

DEV + PM Security Architect dan Project Manager mendefinisikan framework keamanan.

Bagian ini mendefinisikan framework governance, keamanan, dan kepatuhan yang menjadi landasan operasional sistem.

14.1 Security Governance Framework​

14.1.1 Security Standards Alignment​

[ISI DI SINI:]

  • ISO 27001 alignment
  • NIST Cybersecurity Framework alignment
  • Industry-specific standards

CONTOH:

StandardScope PenerapanVerifikasi
ISO 27001Access control, audit logging, data classification, incident managementAudit internal tahunan, sertifikasi eksternal setiap 3 tahun
OWASP Top 10Secure coding (injection, XSS, CSRF, broken auth, dll.)SAST scan di CI/CD pipeline, code review checklist
NIST CSFRisk assessment, continuous monitoring, recovery planningQuarterly risk review oleh Security Lead
UU PDP (No. 27/2022)Data pribadi: consent, hak akses/hapus, breach notificationPrivacy impact assessment per modul, DPO review

14.1.2 Governance Structure​

[ISI DI SINI:]

  • Security roles and responsibilities
  • Security review process
  • Change management security review

CONTOH:

RoleTanggung JawabFrekuensi Review
Security LeadMenetapkan kebijakan keamanan, review arsitektur, approve exceptionSetiap sprint (arsitektur), bulanan (kebijakan)
Tech LeadSecurity review pada merge request, memastikan OWASP complianceSetiap merge request
DevOpsKonfigurasi firewall, TLS, secret management, container scanningSetiap deployment + mingguan (scan)
QAMenjalankan DAST scan, validasi security test casesSetiap release ke staging

Change Management: Setiap perubahan yang menyentuh autentikasi, otorisasi, atau enkripsi wajib security review tambahan oleh Security Lead sebelum merge.

14.2 Monitoring and Logging​

14.2.1 Centralized Logging​

[ISI DI SINI:]

  • Log aggregation platform
  • Log categories (application, security, access, error)
  • Log retention policy

CONTOH:

Kategori LogIsiContoh EventRetensi
ApplicationError, warning, info dari business logicPayment submission failed, report generated1 tahun aktif, 2 tahun arsip
SecurityAutentikasi, otorisasi, policy violationLogin failed (5x), unauthorized access attempt, MFA bypass attempt3 tahun aktif, 5 tahun arsip
AccessSiapa mengakses apa, kapanUser X viewed record Y, User Z exported report3 tahun aktif, 5 tahun arsip
AuditCRUD pada data bisnis (immutable)Created payment #PAY-001, Approved by VP Finance, Amount changed from 10M to 15M5 tahun aktif, 3 tahun arsip

Platform: ELK Stack (Elasticsearch + Logstash + Kibana). Log dikirim via structured JSON. Immutability dijamin via append-only index + hash chain.

14.2.2 Alert Classification​

[ISI DI SINI:]

  • Severity levels (Critical, High, Medium, Low)
  • Escalation procedures
  • Response time requirements per severity

CONTOH:

SeverityDefinisiContohResponse TimeEskalasi
CriticalSistem down total, data breach, data lossProduction 500 error rate > 50%, unauthorized data export detected15 menitSecurity Lead → CTO → Steering Committee
HighFitur utama gagal, keamanan terdegradasiLogin service down, SSL certificate expired, audit log gap detected1 jamTech Lead → Security Lead
MediumPerforma menurun, warning threshold terlampauiResponse time > 5 detik, disk usage > 90%, failed login spike4 jamTim on-call (DevOps)
LowWarning non-kritis, anomali minorDeprecated API still called, minor log format inconsistency1 hari kerjaDi-triage di sprint planning

14.3 Incident Response​

[ISI DI SINI:]

  • Incident response plan overview
  • Escalation procedures
  • Communication plan during incidents
  • Post-incident review process
  • Simulation exercise schedule

CONTOH:

Fase Response:

  1. Deteksi (0-15 menit) — Alert otomatis dari monitoring → tim on-call di-notify via PagerDuty/WA
  2. Triage (15-30 menit) — Identifikasi severity, scope dampak, dan root cause awal
  3. Containment (30-60 menit) — Isolasi komponen terdampak, rollback jika perlu, komunikasi ke stakeholder
  4. Resolution (sesuai SLA per severity) — Fix root cause, deploy patch, verifikasi
  5. Post-Incident Review (dalam 48 jam untuk Critical/High) — Timeline kejadian, root cause analysis, action items, preventive measures

Komunikasi: Status page internal di-update setiap 30 menit selama incident aktif. Stakeholder bisnis diberitahu via email jika dampak > 1 jam.

Simulasi: DR drill setiap 6 bulan (failover ke DR site + restore dari backup). Tabletop exercise untuk incident response setiap quarter.


15. Maintenance and Support Requirements​

Bagian ini mendefinisikan kebutuhan pemeliharaan preventif dan korektif, serta struktur dukungan operasional untuk memastikan sistem berjalan optimal sepanjang siklus hidupnya.

15.1 Preventive Maintenance​

15.1.1 Regular Software Updates​

[ISI DI SINI:]

  • Frequency of updates
  • Deployment windows
  • Testing requirements before deployment

CONTOH:

  • Frequency: Minor release setiap 2 minggu (sprint cycle), major release setiap quarter, hotfix kapan saja (untuk Critical/High bugs)
  • Deployment window: Jumat 22:00-02:00 WIB (low traffic); emergency hotfix: kapan saja dengan approval Tech Lead
  • Testing sebelum deploy: Staging testing minimal 3 hari sebelum production; smoke test otomatis post-deploy; rollback otomatis jika smoke test gagal

15.1.2 Security Patching​

[ISI DI SINI:]

  • SLA for critical security patches
  • Vulnerability scanning schedule
  • Patch testing procedures

CONTOH:

  • SLA: Critical CVE: patch dalam 48 jam; High: patch dalam 1 minggu; Medium/Low: sprint berikutnya
  • Vulnerability scanning: Mingguan — Trivy untuk container images, Dependabot untuk library dependencies, OWASP ZAP untuk DAST
  • Patch testing: Patch di-test di staging sebelum production; regression test pada modul terdampak; jika urgent, minimal smoke test + approval Security Lead

15.1.3 Infrastructure Health Checks​

[ISI DI SINI:]

  • Monitoring parameters
  • Health check frequency
  • Automated alerting thresholds

CONTOH:

ParameterThreshold WarningThreshold CriticalCheck Interval
CPU usage> 70%> 85%30 detik
Memory usage> 75%> 90%30 detik
Disk usage> 80%> 90%5 menit
Response time (p95)> 2 detik> 5 detik30 detik
Error rate> 0.5%> 2%1 menit
DB connection pool> 70% used> 90% used1 menit

Alerting: Warning → Slack/email ke tim DevOps. Critical → PagerDuty + WA ke on-call engineer + auto-create incident ticket.

15.2 Corrective Maintenance​

15.2.1 Bug Reporting and Tracking​

[ISI DI SINI:]

  • Bug reporting channels
  • Bug triage process
  • Bug lifecycle workflow

15.2.2 Severity Classification​

SeverityDefinitionResponse Time
Critical[Definisi][X jam]
High[Definisi][X jam]
Medium[Definisi][X jam/hari]
Low[Definisi][X hari]

CONTOH:

SeverityDefinitionResponse TimeResolution Time
CriticalSistem down total, data loss, security breach30 menit4 jam
HighFitur utama tidak berfungsi, workaround tidak ada2 jam1 hari kerja
MediumFitur terganggu tapi ada workaround, performa menurun4 jam3 hari kerja
LowBug kosmetik, typo, enhancement request1 hari kerjaSprint berikutnya

15.2.3 Fix Deployment Process​

[ISI DI SINI:]

  • Hotfix vs regular fix process
  • Testing requirements
  • Rollback procedures

15.3 SLA Requirements​

Service LevelTargetMeasurement
Help Desk Response[X menit/jam][Cara mengukur]
Issue Resolution (Critical)[X jam][Cara mengukur]
System Uptime[X%][Cara mengukur]

CONTOH:

Service LevelTargetMeasurement
Help Desk Response (Critical)30 menitWaktu dari tiket masuk hingga first response
Help Desk Response (High)2 jamWaktu dari tiket masuk hingga first response
Issue Resolution (Critical)4 jamWaktu dari tiket masuk hingga fix deployed
Issue Resolution (High)1 hari kerjaWaktu dari tiket masuk hingga fix deployed
System Uptime99.5% per tahunMonitoring otomatis (uptime robot / Prometheus)
Scheduled MaintenanceMaks 4 jam/bulanMaintenance window yang disetujui

16. Reporting Requirements​

BA + PM Business Analyst mendefinisikan kebutuhan laporan; PM memvalidasi keselarasan dengan kebutuhan governance.

Bagian ini mendefinisikan kebutuhan laporan dan dashboard untuk manajemen operasional, kepatuhan, dan pengambilan keputusan.

16.1 Operational Reports​

[ISI DI SINI - Laporan operasional harian/bulanan:]

Report NameFrequencyAudienceKey Metrics
[Laporan 1][Harian/Mingguan/Bulanan][Audience][Metrik utama]
[Laporan 2][Harian/Mingguan/Bulanan][Audience][Metrik utama]

CONTOH:

Report NameFrequencyAudienceKey Metrics
Laporan Transaksi HarianHarianFinance ManagerTotal transaksi, nominal, status (approved/pending/rejected)
Rekapitulasi AnggaranMingguanVP Finance, Kepala DivisiRealisasi vs anggaran per unit kerja, % terpakai
Aging Report Uang MukaBulananFinance, AuditOutstanding uang muka > 30 hari, > 60 hari, > 90 hari
Laporan SLA ApprovalMingguanPM, ManagementRata-rata waktu approval, % SLA terpenuhi, bottleneck unit

16.2 Compliance Reports​

[ISI DI SINI - Laporan kepatuhan/regulasi:]

  • [Laporan kepatuhan 1] - [Tujuan]
  • [Laporan kepatuhan 2] - [Tujuan]

CONTOH:

  • Laporan Audit Trail Bulanan — Rekap seluruh aktivitas user: login, transaksi, perubahan data, approval. Untuk kepatuhan POJK dan audit internal
  • Laporan Segregation of Duty — Daftar user yang memiliki role conflicting (submitter + approver). Untuk validasi SoD compliance
  • Laporan Data Privacy — Rekap permintaan akses/hapus data pribadi, consent status. Untuk kepatuhan UU PDP
  • Laporan Failed Login Attempts — Daftar percobaan login gagal > threshold per user/IP. Untuk deteksi brute force dan security monitoring

16.3 Executive Dashboards​

[ISI DI SINI - Dashboard eksekutif:]

16.3.1 [Dashboard Name 1]​

[ISI DI SINI - Definisikan dashboard, mencakup:]

  • Audience
  • KPIs yang ditampilkan
  • Filter dan parameter
  • Refresh frequency

16.3.2 [Dashboard Name 2]​

[ISI DI SINI - Definisikan dashboard berikutnya]

CONTOH:

Dashboard Eksekutif Keuangan​

  • Audience: Direksi, VP Finance
  • KPIs: Total transaksi bulan ini, realisasi anggaran (%), outstanding uang muka, rata-rata waktu approval, top 5 unit kerja by volume
  • Filter: Periode (harian/mingguan/bulanan/tahunan), unit kerja, kategori biaya
  • Refresh: Real-time (data berubah saat transaksi terjadi)

Dashboard Monitoring Operasional​

  • Audience: Finance Manager, Kepala Unit
  • KPIs: Antrian approval pending, pengajuan mendekati jatuh tempo, transaksi ditolak hari ini, SLA compliance rate
  • Filter: Unit kerja (auto-filter berdasarkan login user), status, prioritas
  • Refresh: Real-time

17. Acceptance Criteria and Definition of Done​

QA + PM + DEV Semua tim berkontribusi pada definisi kriteria penerimaan dan definition of done.

Bagian ini mendefinisikan kriteria penerimaan di tingkat modul dan sistem, serta Definition of Done yang menjadi acuan bersama bahwa sebuah fitur atau requirement telah selesai sepenuhnya.

17.1 Module-Level Acceptance Criteria​

[ISI DI SINI - Untuk setiap modul utama, definisikan acceptance criteria:]

17.1.1 [Module 1] Acceptance Criteria​

  • AC-001: [Kriteria penerimaan spesifik yang dapat diuji]
  • AC-002: [Kriteria penerimaan spesifik yang dapat diuji]
  • AC-003: [Kriteria penerimaan spesifik yang dapat diuji]

17.1.2 [Module 2] Acceptance Criteria​

  • AC-0xx: [Kriteria penerimaan]

CONTOH:

Modul Pengajuan Pembayaran — Acceptance Criteria​

  • AC-PAY-001: Operator dapat membuat pengajuan dengan semua field mandatory terisi, upload dokumen, dan submit berhasil dalam < 5 menit
  • AC-PAY-002: Sistem menolak pengajuan yang melebihi sisa anggaran unit kerja dengan pesan error yang jelas
  • AC-PAY-003: Notifikasi email terkirim ke approver level 1 dalam < 1 menit setelah submit
  • AC-PAY-004: Approver dapat menyetujui/menolak pengajuan dengan komentar, dan status terupdate secara real-time
  • AC-PAY-005: Audit trail lengkap mencatat seluruh perubahan status (submit, approve, reject, revise) dengan timestamp dan user ID

17.2 System-Level Acceptance Criteria​

[ISI DI SINI - Kriteria penerimaan di tingkat sistem keseluruhan:]

  • Selenium/end-to-end tests pass untuk critical user journeys
  • Performance benchmarks terpenuhi untuk load X concurrent users
  • Security scan (SAST/DAST) tidak menemukan vulnerability Critical/High
  • Accessibility audit mencapai target WCAG level
  • Cross-browser dan cross-device testing selesai
  • User acceptance testing (UAT) oleh business users selesai dan disetujui

17.3 Definition of Done​

Definition of Done (DoD) adalah checklist yang harus dipenuhi oleh setiap requirement/feature sebelum dapat dianggap selesai:

NoCriteriaResponsibleVerification
1Code implemented following coding standardsDeveloperCode review
2Unit tests written and passing (minimum X% coverage)DeveloperTest report
3Integration tests passingDeveloperCI/CD pipeline
4Functional testing completed by QAQATest report
5Acceptance criteria verifiedQA + BASign-off
6Documentation updated (technical + user)Technical WriterDoc review
7UX review completedUI/UX DesignerReview sign-off
8Security review completedSecuritySecurity sign-off
9Performance benchmarks metQA + DeveloperPerf report
10Deployed to staging and verifiedDevOpsStaging test

18. Implementation Roadmap​

PM Project Manager membuat dan mengelola roadmap implementasi.

Roadmap implementasi menyediakan rencana fase demi fase untuk pengembangan, pengujian, dan deployment sistem.

18.1 Phase 1: [Phase Name]​

  • Timeline: [ISI DI SINI - Perkiraan timeline]
  • Deliverables:
    • [Deliverable 1]
    • [Deliverable 2]
  • Success Criteria: [ISI DI SINI - Kriteria keberhasilan fase]

18.2 Phase 2: [Phase Name]​

  • Timeline: [ISI DI SINI]
  • Deliverables:
    • [Deliverable 1]
    • [Deliverable 2]

18.3 Phase 3: [Phase Name]​

  • Timeline: [ISI DI SINI]
  • Deliverables:
    • [Deliverable 1]
    • [Deliverable 2]

TIPS ROADMAP: Setiap fase harus memiliki: 1. Timeline yang realistis 2. Deliverables yang spesifik dan terukur 3. Dependencies dengan fase lain 4. Resource requirements 5. Risk mitigations 6. Go/No-go criteria

CONTOH:

FaseNama FaseDurasiTimelineDeliverable Utama
1Requirement & Design6 minggu01/01 - 14/02PRD final, SDD, UI/UX mockup, API contract
2Development Sprint 1-48 minggu15/02 - 11/04Core modules (Auth, Master Data, Submission)
3Development Sprint 5-88 minggu12/04 - 06/06Advanced modules (Approval, Reporting, Integration)
4SIT & Bug Fixing4 minggu07/06 - 04/07Test report, 0 critical/high bugs
5UAT & Go-Live Prep4 minggu05/07 - 01/08UAT sign-off, deployment runbook, training
6Go-Live & Warranty4 minggu02/08 - 29/08Production release, 24/7 monitoring, support

18.4 Infrastructure Requirements​

[ISI DI SINI - Kebutuhan infrastruktur:]

  • Server/Cloud requirements
  • Database requirements
  • Network requirements
  • Security infrastructure
  • Monitoring and logging infrastructure

CONTOH:

KomponenSpesifikasiJumlahCatatan
Application Server4 vCPU, 8GB RAM, 100GB SSD3 (min 2 active + 1 standby)Kubernetes worker nodes
Database Server8 vCPU, 32GB RAM, 500GB SSD (RAID 10)2 (primary + replica)SQL Server / PostgreSQL
Redis (Cache & Session)2 vCPU, 4GB RAM2 (primary + replica)Session store, query cache
Object Storage (MinIO)1TB1 clusterDokumen pendukung, laporan PDF
Load BalancerNginx Ingress2 (active-passive)SSL termination, rate limiting
MonitoringELK Stack (Elasticsearch 3-node, Logstash, Kibana)1 clusterCentralized logging + alerting
NetworkVLAN terpisah untuk app/db/management, firewall antar tier—Zero-trust antar service
Backup Storage2TB NAS / cloud cold storage130 hari retention, offsite DR

19. Risks, Assumptions, and Dependencies​

PM Project Manager bertanggung jawab atas manajemen risiko dan identifikasi asumsi/dependencies.

Bagian ini mendokumentasikan risiko, asumsi, dan dependencies yang dapat mempengaruhi keberhasilan proyek.

19.1 Key Assumptions​

[ISI DI SINI - Daftarkan asumsi kunci yang mendasari rencana proyek:]

NoAssumptionImpact if InvalidMitigation
1[Asumsi 1][Dampak][Mitigasi]
2[Asumsi 2][Dampak][Mitigasi]
3[Asumsi 3][Dampak][Mitigasi]

CONTOH:

NoAssumptionImpact if InvalidMitigation
1API sistem eksternal (UIM, HCS) tersedia dan terdokumentasi sebelum sprint 2Delay integrasi, modul login tidak dapat dikembangkanEarly API exploration sprint 1, mock API untuk parallel dev
2Infrastruktur hosting sudah tersedia (server, DB, network)Development selesai tapi tidak bisa deploy ke stagingKoordinasi dengan IT klien dari kickoff, fallback ke cloud sementara
3Business rules approval threshold sudah finalWorkflow approval harus di-rework jika berubahLock business rules di BRD sign-off, CR process untuk perubahan

19.2 Key Dependencies​

[ISI DI SINI - Daftarkan dependencies kunci:]

NoDependencyTypeOwnerTarget Date
1[Dependensi 1][Internal/External][Penanggung jawab][Tanggal target]
2[Dependensi 2][Internal/External][Penanggung jawab][Tanggal target]

CONTOH:

NoDependencyTypeOwnerTarget Date
1API documentation UIM Next-GExternalTim IT KlienSprint 1
2Finalisasi desain UI/UX (Figma)InternalUI/UX LeadMinggu ke-4
3Akses ke staging environment klienExternalTim IT KlienSprint 3
4Data master vendor dan karyawan (seed data)ExternalPIC Unit Kerja KlienSprint 2
5Approval threshold rules dari VP FinanceExternalVP FinanceSprint 1

19.3 Key Risks​

[ISI DI SINI - Daftarkan risiko kunci dengan assessment dan mitigation plan:]

NoRiskProbabilityImpactScoreMitigation Plan
1[Risiko 1][High/Med/Low][High/Med/Low][H/M/L][Rencana mitigasi]
2[Risiko 2][High/Med/Low][High/Med/Low][H/M/L][Rencana mitigasi]
3[Risiko 3][High/Med/Low][High/Med/Low][H/M/L][Rencana mitigasi]

RISK SCORING: Risk Score = Probability x Impact. High-High = Critical (butuh perhatian segera), High-Medium atau Medium-High = High Risk, Medium-Medium = Moderate, Low-Low = Low (monitor saja).

CONTOH:

NoRiskProbabilityImpactScoreMitigation Plan
1Integrasi dengan sistem legacy gagal atau tidak stabilHighHighCriticalEarly integration testing di sprint 1, dedicated integration team, mock API untuk parallel development
2Performance tidak memenuhi target pada concurrent users tinggiMediumHighHighLoad testing sejak sprint 3, database indexing optimization, caching layer (Redis)
3User resistance — pengguna lebih nyaman dengan sistem lamaHighMediumHighProgram change management, user champion di tiap unit, pilot rollout sebelum full launch
4Keterlambatan approval dokumen dari stakeholder klienMediumMediumModerateDeadline approval di milestone, eskalasi ke steering committee jika terlambat > 3 hari
5Perubahan regulasi selama pengembanganLowHighModerateMonitor update regulasi bulanan, arsitektur modular untuk absorb changes

Appendix A: Daftar Istilah dan Akronim​

Istilah / AkronimDefinisi
PRDProduct Requirements Document — dokumen spesifikasi kebutuhan produk
BRDBusiness Requirements Document — dokumen kebutuhan bisnis
FRFunctional Requirement — kebutuhan fungsional
NFRNon-Functional Requirement — kebutuhan non-fungsional
ACAcceptance Criteria — kriteria penerimaan
RBACRole-Based Access Control — kontrol akses berbasis peran
MFAMulti-Factor Authentication — autentikasi multi-faktor
SLAService Level Agreement — perjanjian tingkat layanan
RTORecovery Time Objective — target waktu pemulihan
RPORecovery Point Objective — target titik pemulihan
UATUser Acceptance Testing — pengujian penerimaan pengguna
CI/CDContinuous Integration / Continuous Deployment
SSOSingle Sign-On — autentikasi terpusat
RACIResponsible, Accountable, Consulted, Informed — framework pembagian tanggung jawab
DoDDefinition of Done — definisi selesai
[ISI DI SINI]Penanda placeholder yang harus diisi sesuai konteks proyek

Appendix B: Template Permission Matrix​

Template matriks izin ini digunakan untuk memetakan peran pengguna ke modul/operasi sistem. Gunakan tabel ini sebagai acuan untuk mendefinisikan akses kontrol granular di bagian 8.3.

Panduan Pengisian​

  1. Kolom pertama: Daftarkan setiap modul/fitur sistem dari bagian 9 (Product Modules)
  2. Baris operasi: Untuk setiap modul, buat baris per operasi sesuai level granular dari bagian 8.2.2
  3. Kolom peran: Satu kolom per peran dari bagian 8.1 (Proposed User Roles)
  4. Isi sel: Gunakan tanda izin sesuai legenda di bawah

Legenda​

SimbolArti
✓Diizinkan (full access untuk operasi ini)
✗Tidak diizinkan
○Terbatas — hanya data milik sendiri (own data only)
△Terbatas — hanya dalam scope unit/wilayah (jurisdiction-based, lihat bagian 8.2.3)
◈Memerlukan MFA (lihat bagian 8.2.4)
—Tidak berlaku (operasi tidak relevan untuk modul ini)

Template Matriks​

[ISI DI SINI - Sesuaikan modul, operasi, dan peran dengan konteks proyek]

Modul / FiturOperasi[Role 1][Role 2][Role 3][Role 4]System Admin
[Modul 1]View[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
Create[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
Edit[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
Delete[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓ ◈
Approve[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
[Modul 2]View[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
Create[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
Edit[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
Delete[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓ ◈
Approve[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
[Modul 3]View[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
Create[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
Edit[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓
Delete[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓ ◈
Approve[✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△][✓/✗/○/△]✓

TIPS: 1. Tambahkan baris modul sesuai jumlah modul di bagian 9. 2. Tambahkan kolom peran sesuai jumlah peran di bagian 8.1. 3. Untuk operasi yang memerlukan approval chain, gunakan catatan kaki untuk menjelaskan alur persetujuan. 4. Review matriks ini bersama stakeholder keamanan sebelum finalisasi.

Contoh Pengisian​

Modul / FiturOperasiField OfficerRegional ManagerDirectorSystem Admin
Registrasi DokumenView○△✓✓
Create✓✗✗✓
Edit○✗✗✓
Delete✗✗✗✓ ◈
Approve✗△✓✓
LaporanView○△✓✓
Create✓✓✗✓
Edit○○✗✓
Delete✗✗✗✓ ◈
Export○△✓✓
Manajemen PenggunaView✗✗✗✓
Create✗✗✗✓ ◈
Edit✗✗✗✓ ◈
Delete✗✗✗✓ ◈
Assign Role✗✗✗✓ ◈

Keterangan contoh: ○ = Field Officer hanya melihat/mengedit data yang ia buat sendiri. △ = Regional Manager melihat/menyetujui data dalam wilayah kerjanya. ◈ = Operasi kritis yang memerlukan MFA.


Hanya digunakan untuk kalangan internal PT. Tristar Surya Gemilang dan tidak untuk didistribusikan secara umum.